Wisata Jokowi Jadi Destinasi Favorit di Surakarta, Wamendagri: Warga Berbondong-bondong Datang
![]() |
Joko Widodo (Jokowi) menyapa warga yang datang ke kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2025). (Dok. ANTARA). |
PEWARTA.CO.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa "Wisata Jokowi" kini menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Destinasi ini sebelumnya diperkenalkan oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, dan kini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Pernyataan ini disampaikan Bima dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (3/4/2025), usai bersilaturahmi ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
"Saya ke sini ini ingin membuktikan, waktu di retret itu kata Wali Kota Solo ada destinasi wisata favorit baru, namanya 'Wisata Jokowi'. Ternyata ke sini benar, ada 'Wisata Jokowi'. Warga dari berbagai daerah datang ke sini," ujar Bima.
Destinasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga menikmati berbagai atraksi budaya dan kuliner khas Solo yang tersedia di sekitar lokasi. Beragam pertunjukan kesenian dan budaya turut menyemarakkan suasana di kawasan tersebut.
Selain itu, banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi dengan Jokowi. Suasana di sekitar rumah pribadi Jokowi, yang berlokasi di Gang Kutai Utara Nomor 1, tampak dipadati oleh masyarakat yang ingin merasakan langsung atmosfer "Wisata Jokowi".
Bima Arya juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam meramaikan kawasan tersebut. Ia secara khusus memuji penampilan orkestra dari SMKN 8 Solo dan peran para budayawan dalam menyemarakkan acara di sekitar kediaman Jokowi.
"Jadi apresiasi teman-teman SMK dan semua budayawan serta semua pengisi acara yang memeriahkan di sini," tambahnya.
Di sisi lain, saat ditanya mengenai kelanjutan orientasi kepala daerah, Bima menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) masih terus mematangkan perencanaan kegiatan tersebut. Program ini ditujukan bagi kepala daerah yang belum mengikuti Retret Kepala Daerah 2025 yang sebelumnya digelar di Magelang.
Selain itu, untuk kepala daerah yang berasal dari daerah dengan pemungutan suara ulang (PSU), akan ada kegiatan serupa yang dilaksanakan secara terpisah setelah proses pemilihan rampung.
"Nanti gelombang terakhir itu setelah PSU ini selesai semua. Kan ada daerah yang PSU-nya total keseluruhan. Nah, ini nanti kami akan alokasikan untuk gelombang terakhir," jelas Bima.