Waspadai Dampak Busi Mobil yang Melemah, Ini Tandanya!
![]() |
Ilustrasi. (Dok. Google Images) |
PEWARTA.CO.ID - Busi mobil memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin.
Komponen ini bertugas menghasilkan percikan api yang memicu pembakaran bahan bakar, sehingga mesin bisa menyala dan bekerja optimal.
Namun, seiring waktu dan pemakaian, kualitas busi bisa menurun, yang pada akhirnya memengaruhi performa kendaraan.
Mengapa busi yang lemah menjadi masalah?
Ketika busi tidak lagi bekerja dengan baik, distribusi listrik ke mesin terganggu.
Akibatnya, mesin mobil bisa sulit dinyalakan atau bahkan gagal hidup sama sekali.
Hal ini tentu bisa mengganggu rutinitas Anda, terutama jika mobil digunakan untuk aktivitas harian yang padat.
Gejala umum busi mobil mulai lemah
Penting untuk mengenali tanda-tanda awal penurunan fungsi busi agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain.
Berikut ini beberapa gejala yang patut diwaspadai:
1. Mesin sulit menyala
Tanda paling umum adalah saat mesin membutuhkan waktu lebih lama untuk hidup, bahkan harus beberapa kali menyalakan kunci kontak.
Ini bisa jadi karena percikan api dari busi tidak cukup kuat untuk menyalakan mesin secara langsung.
2. Muncul suara aneh dari mesin
Busi yang sudah tidak prima bisa menyebabkan suara ketukan atau letupan saat mesin bekerja, terutama saat kendaraan berakselerasi.
Ini diakibatkan pembakaran yang tidak merata akibat busi tidak berfungsi secara sempurna.
3. Getaran saat idle
Jika mobil terasa bergetar saat mesin dalam kondisi menyala namun tidak bergerak, ini juga bisa menjadi sinyal adanya masalah pada busi.
Getaran tersebut muncul karena proses pembakaran dalam silinder mesin tidak berjalan lancar.
4. Tenaga mesin berkurang
Mobil terasa "berat" saat dikendarai, terutama saat tanjakan atau saat ingin berakselerasi cepat?
Bisa jadi itu karena proses pembakaran tidak optimal akibat busi melemah.
Daya dorong mesin pun ikut menurun.
5. Permukaan busi menghitam
Kondisi busi dapat dilihat dari tampilannya.
Jika warnanya menghitam atau terdapat kerak dan bekas tetesan oli, ini pertanda pembakaran tidak sempurna dan busi tidak bekerja maksimal.
Konsekuensi serius akibat busi lemah
Tak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, busi yang lemah juga bisa menyebabkan kerusakan pada komponen lain.
Berikut beberapa dampak negatif yang bisa terjadi:
Konsumsi bahan bakar meningkat
Karena pembakaran tidak sempurna, bahan bakar menjadi lebih boros.
Energi yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan mobil justru terbuang melalui knalpot.
Merusak komponen lain
Kelebihan bahan bakar yang tidak terbakar bisa mengganggu sensor oksigen, katalisator, bahkan sistem injeksi dan filter udara.
Hal ini akan memperbesar biaya perbaikan secara keseluruhan.
Penurunan performa kendaraan
Busi yang tidak menghasilkan api dengan baik akan menyebabkan performa mobil menurun drastis.
Mulai dari akselerasi yang lambat, mobil bergetar, hingga tenaga tarik yang melemah.
Gangguan pada sistem pembuangan
Pembakaran tidak sempurna juga berdampak pada sistem exhaust.
Bahan bakar yang tidak terbakar dapat merusak bagian dalam knalpot dan sensor-sensor penting lainnya.
Solusi mengatasi busi yang melemah
Untuk menghindari kerusakan lebih jauh, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Ganti busi dengan produk berkualitas
Jika masalah berasal dari kualitas busi yang kurang baik, segera ganti dengan produk asli dan berkualitas.
“Menggunakan busi original sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi mesin tetap prima dan mencegah kerusakan lanjutan,” ungkap teknisi dari layanan resmi Suzuki.
Lakukan tune up secara berkala
Ketika suplai bahan bakar tidak seimbang, tune up menjadi solusi yang tepat.
Proses ini akan membersihkan mesin dan menyesuaikan ulang sistem pembakaran agar kembali normal.
Periksa bila ada kebocoran oil
Jika ditemukan adanya oli di permukaan busi, kemungkinan besar terdapat kerusakan pada ring piston atau seal klep.
Dalam kasus seperti ini, biasanya dibutuhkan tindakan turun mesin.
Rawat mobil anda dengan pemeriksaan rutin
Kondisi busi yang baik berpengaruh besar terhadap efisiensi dan umur kendaraan.
Melakukan pengecekan rutin dan penggantian busi saat dibutuhkan merupakan bagian dari perawatan yang tidak boleh diabaikan.