Samsung Berpotensi Tak Rilis Ponsel Lipat Gandanya Secara Global
![]() |
Ilustrasi - Ponsel Samsung. Dalam foto ini Samsung Galaxy Z Flip5. (Dok. ANTARA). |
PEWARTA.CO.ID - Samsung dikabarkan tengah mengembangkan ponsel lipat terbaru dengan desain yang lebih inovatif, yakni berengsel ganda. Sayangnya, perangkat ini kemungkinan hanya akan tersedia di pasar tertentu, seperti Korea Selatan dan China, tanpa rencana peluncuran global.
Menurut laporan dari Gizmochina pada Selasa (1/4/2025), ponsel lipat terbaru dari Samsung ini memiliki desain yang unik karena dapat dilipat di dua titik berbeda, memberikan bentuk yang lebih fleksibel dibandingkan dengan ponsel lipat pada umumnya.
Dalam daftar sertifikasi Global System for Mobile Communications Association (GSMA), perangkat ini diketahui hanya terdaftar di dua negara, yakni China dan Korea Selatan. Hal ini menandakan bahwa peluncuran global mungkin tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Perangkat tersebut diperkirakan akan resmi diperkenalkan sekitar akhir tahun 2025.
Dalam pengajuan terbaru di basis data GSMA, perangkat misterius dari Samsung awalnya memiliki kode nama Q7M, namun kini muncul dengan nomor model SM-F968. Terdapat dua varian dalam daftar tersebut, yaitu SM-F9680 yang diduga untuk pasar China dan SM-F968N untuk pasar Korea Selatan.
Ketidakhadiran nomor model yang biasanya digunakan Samsung untuk pasar global, seperti B, E, U, atau U1, semakin menguatkan spekulasi bahwa ponsel lipat ini hanya akan dijual di dua negara tersebut tanpa rencana ekspansi ke wilayah lain.
Beberapa sumber industri menyebutkan bahwa Samsung kemungkinan tengah melakukan uji pasar dengan membatasi peluncuran awal di China dan Korea Selatan. Langkah ini dilakukan untuk melihat respons pasar sebelum mempertimbangkan ekspansi lebih lanjut.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kehadiran pesaing utama, Huawei, yang sebelumnya telah meluncurkan ponsel lipat berengsel ganda bernama Huawei Mate XT di pasar China. Samsung tampaknya ingin mengukur bagaimana produk terbarunya akan bersaing dengan perangkat serupa yang sudah lebih dulu hadir di pasar.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai strategi pemasaran ponsel lipat gandanya ini. Jika animo pasar tinggi, ada kemungkinan perusahaan akan mempertimbangkan peluncuran yang lebih luas di masa mendatang.