Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kejahatan Tak Libur Saat Lebaran: Ini Cara Cerdas Hindari Kejahatan Keuangan Digital di Hari Raya

Kejahatan Tak Libur Saat Lebaran: Ini Cara Cerdas Hindari Kejahatan Keuangan Digital di Hari Raya
kejahatan keuangan digital (Dok. Instagram Kemkomdigi RI)

PEWARTA.CO.ID - Ketika gema takbir kemenangan menggema di langit, umat Muslim merayakan Idul Fitri 1446 H/2025 M dengan penuh sukacita.

Namun, di balik kebahagiaan Lebaran, ada ancaman yang tak boleh diabaikan: kejahatan keuangan digital yang semakin marak.

Meski momen Idul Fitri identik dengan silaturahmi dan berkah, ternyata tidak semua pihak memanfaatkan waktu ini untuk hal baik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengidentifikasi berbagai modus kejahatan finansial yang kerap terjadi selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.

Melalui akun Instagram resminya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga memberikan panduan sederhana agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap aksi-aksi penipuan di dunia maya.

Modus-modus kejahatan yang sering terjadi saat Lebaran

Menurut OJK, berikut adalah sepuluh modus kejahatan digital yang kerap ditemukan selama Ramadhan hingga Idul Fitri:

  1. Penawaran arisan menjelang Lebaran
  2. Investasi bodong dengan imbal hasil tinggi
  3. Manipulasi psikologis (social engineering) untuk memperoleh data pribadi
  4. Skimming dan phishing melalui ATM, kartu kredit, atau tautan palsu
  5. Card tapping di mesin ATM
  6. Sniffing melalui koneksi internet tidak aman
  7. Tawaran THR atau hadiah uang atas nama perusahaan palsu
  8. Dana pinjaman online ilegal yang ditransfer ke orang yang tidak mengajukan pinjaman
  9. Promo perjalanan wisata dengan diskon tak masuk akal
  10. Penipuan berkedok pengiriman parcel Lebaran

Tips ampuh menangkal kejahatan digital saat hari raya

Untuk menjaga keamanan diri dan data finansial, berikut langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan Kemkomdigi:

1. Tingkatkan keamanan akun pribadi

Pastikan seluruh akun penting seperti WhatsApp, media sosial, email, dan aplikasi finansial telah dilengkapi dengan verifikasi dua langkah.

Jangan lupa untuk mengganti kata sandi secara rutin.

2. Lakukan backup data secara berkala

Cadangkan data penting ke layanan cloud atau simpan di harddisk eksternal.

Data seperti pesan pribadi, dokumen penting, hingga file yang telah diunduh sebaiknya disimpan dalam dua tempat yang berbeda.

3. Waspadai izin akses aplikasi

Sebelum menginstal aplikasi baru, pastikan izin yang diminta sesuai dengan fungsinya.

Jangan langsung memberikan akses ke lokasi, galeri, kontak, atau riwayat panggilan.

Sebagai contoh, jika aplikasi transportasi online meminta akses lokasi, atur agar hanya aktif saat aplikasi digunakan.

Semakin banyak izin diberikan, semakin besar risiko data disalahgunakan.

4. Jangan tergiur iming-iming berlebihan

Tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat seharusnya menjadi alarm bahaya.

Pelaku kerap memanfaatkan kondisi emosional dan psikologis masyarakat agar mudah tergoda.

Selalu lakukan verifikasi menyeluruh terhadap aktivitas yang meminta informasi pribadi atau dana, terutama bila melibatkan pembayaran di awal.

Seperti yang ditegaskan dalam unggahan resmi Kemkomdigi:

“Tingginya janji imbal hasil/return bisa menjadi red flag (peringatan) yang harus diwaspadai. Penawaran tersebut bertujuan untuk mempengaruhi psikologis kita agar tergoda untuk ikut serta. Kita perlu melakukan verifikasi keamanan terlebih dahulu sebelum memberikan data diri pada kegiatan apapun terutama yang meminta sejumlah uang di awal.”

Tetap waspada di tengah kebahagiaan Lebaran

Idul Fitri memang saat yang tepat untuk berbagi dan merayakan, namun bukan berarti kita boleh lengah.

Dengan kewaspadaan dan pemahaman yang cukup, kita bisa menghindari jebakan kejahatan digital yang merugikan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin dan tetaplah waspada, bahkan di hari kemenangan.


Advertisement