Kak Seto: Mendidik Anak di Era Digital Butuh Keteladanan, Kreativitas, dan Nilai Akhlak
![]() |
Kak Seto: Mendidik anak di era digital butuh keteladanan, kreativitas, dan nilai akhlak. (Dok. UGM) |
PEWARTA.CO.ID - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara hidup banyak orang, tak terkecuali anak-anak dan remaja.
Dalam menghadapi arus digital yang semakin deras, Psikolog Anak Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si., atau yang akrab dikenal sebagai Kak Seto, menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendidik anak di zaman sekarang.
Era digital: Peluang dan ancaman
Menurut Kak Seto, dunia digital ibarat pisau bermata dua.
Di satu sisi, teknologi membawa manfaat besar dalam akses informasi dan pembelajaran.
Namun di sisi lain, terdapat berbagai potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
“Era dunia digital sekarang ini ibarat pisau bermata dua, ada sisi positif yang bisa didapatkan anak-anak. Sebaliknya dari sisi negatifnya, terdapat ancaman child grooming, cyber bullying, pornografi, radikalisme, kekerasan dan hoaks.”
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (Samudra) bertema ‘Menggugat Pola Hidup Anak Zaman Sekarang: Gerakan Pembudayaan Gaya Hidup Islami di Era Kontemporer’ yang digelar di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (4/3/2025).
Pendidikan agama sebagai fondasi
Kak Seto menilai bahwa untuk mengimbangi tantangan zaman, penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini adalah kunci.
Akidah, ibadah, dan akhlak harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan anak, terutama aspek akhlak yang kerap kali terabaikan.
“Kita bertumpu pada akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi kadang akhlak ini yang kurang mendapat perhatian,” tuturnya.
Keteladanan orang dewasa sangat diperlukan
Lebih jauh, Kak Seto mengingatkan bahwa anak belajar paling efektif melalui contoh yang diberikan oleh orang dewasa di sekitarnya.
Sikap otoriter sudah tidak relevan dalam pola asuh modern.
“Orang tua zaman sekarang bukan eranya lagi menjadi bos atau komandan yang main perintah, tapi penuh nilai-nilai persahabatan seperti berdiskusi dengan anak,” ungkapnya.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, kasih sayang, dan kehangatan dinilai jauh lebih efektif dalam membangun karakter anak.
Belajar dengan cara yang menyenangkan
Tak hanya dalam lingkungan keluarga, pendampingan di dunia pendidikan juga berperan penting.
Kak Seto menekankan bahwa metode belajar yang menyenangkan dan kreatif sangat diperlukan dalam menumbuhkan karakter positif pada anak-anak.
“Belajar yang efektif adalah belajar dalam suasana gembira,” ujarnya.
Ia menyarankan penggunaan pendekatan seperti permainan edukatif, kisah inspiratif, dan kegiatan sosial yang melibatkan anak secara aktif dan menyenangkan.
Ajak semua pihak membangun generasi berkarakter
Menutup pesannya, Kak Seto mengajak seluruh elemen masyarakat, baik orang tua, pendidik, maupun komunitas, untuk bersama-sama menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki akhlak mulia.
“Marilah kita menciptakan generasi yang kreatif dengan kita yang menjadi para pendidik atau contoh-contoh teladan yang kreatif,” ujarnya.
Di tengah tantangan zaman digital, Kak Seto mengingatkan pentingnya sinergi antara pendidikan agama, keteladanan orang dewasa, serta pendekatan belajar yang menggembirakan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh secara moral dan mental.
Peran semua pihak sangat diperlukan agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, dan berjiwa sosial tinggi.