Istana Bagikan Ribuan Bingkisan dalam Gelar Griya Bersama Presiden
![]() |
Istana bagikan ribuan bingkisan dalam gelar griya bersama Presiden. (Dok. Ist) |
Jakarta, Pewarta.co.id – Dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Istana Kepresidenan Jakarta mengadakan acara gelar griya atau "open house" yang dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan ini, lebih dari 5.000 bingkisan serta suvenir dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, masyarakat tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Istana Kepresidenan, tetapi juga menerima paket Lebaran sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan dalam suasana perayaan Idul Fitri.
Antusiasme warga dalam acara gelar Griya
Salah satu warga yang hadir, Joko (40), seorang penyandang disabilitas, mengungkapkan rasa syukurnya meski tidak dapat bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya tidak kecewa, senang saja bisa masuk ke Istana," ujarnya yang datang dari daerah Jakarta Barat saat ditemui di kawasan Jalan Majapahit, Jakarta, Senin.
Banyak masyarakat yang telah mengantre sejak pagi hari untuk bisa masuk ke kawasan Istana.
Namun, karena keterbatasan kapasitas ruangan, tidak semua pengunjung bisa bersalaman langsung dengan Presiden.
Meskipun demikian, setiap warga yang diperbolehkan masuk tetap mendapatkan bingkisan spesial dari Istana.
Setiap bingkisan yang dibagikan kepada masyarakat berisi berbagai kebutuhan pokok seperti mi instan, teh celup, susu, dan gula.
Selain itu, ada juga tas suvenir yang berisi payung, handuk, botol minum, serta aneka kue kering yang bisa dinikmati saat perayaan Lebaran.
Tradisi yang mempererat hubungan pemerintah dan rakyat
Gelar griya bukan hanya sekadar ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga menjadi tradisi yang mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat.
Acara ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB, diawali dengan kehadiran tamu dari kalangan pejabat negara, termasuk menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, mantan Presiden dan Wakil Presiden, para duta besar negara sahabat, hingga masyarakat umum.